"Membela Hak Orang Sengsara dan Orang yang Kekurangan"

Konferensi LEARN 2014: Merespon Bencana dengan Semangat Volunteerism
28.Nov.2014 Nisa Rachmatika, Communication Coordinator

Dalam rangka meningkatkan kerjasama di bidang kesiapsiagaan bencana, 64 organisasi pemerhati bencana di Pulau Sumatera yang tergabung dalam jaringan Local Emergency and Assessment Response Network (LEARN) menghadiri Konferensi LEARN (24-27 November 2014). Konferensi pada tahun 2014 ini difokuskan pada penanganan bencana setelah Gunung Sinabung di Sumatera Utara mengalami erupsi.

Acara konferensi ini dibagi menjadi 2 sesi. Pada sesi pertama, peserta konferensi mengadakan Jambore di Bumi Perkemahan Sibolangit, Sumatera Utara. Pada sesi ini peserta mengunjungi desa Mardinding yang terkena dampak erupsi, pos pengungsian di UKA, serta berdiskusi dengan pemerintah lokal. Peserta juga kembali belajar dan berdiskusi mengenai manajemen pengungsian.

Dari hasil kunjungan dan diskusi tersebut, terungkap bahwa masih ada hal-hal yang membutuhkan perhatian khusus dari pihak pemerintah dan organisasi-organisasi pemerhati bencana. Peserta konferensi, misalnya, menemukan bahwa masih terjadi ketidakjelasan informasi dan data mengenai jumlah kepala keluarga di tempat pengungsian dan di desa yang terkena dampak erupsi. Peserta juga menekankan perlunya mencari alternatif mata pencaharian bagi warga yang kehilangan lahan pertaniannya.

Namun peserta juga menemukan hal yang patut diapresiasi, seperti cepatnya koordinasi dan respon antara petugas di pos pemantauan dan warga di sekitar Gunung Sinabung ketika terjadi bencana. Selain itu, semangat dari warga yang tinggal di tenda pengungsian untuk tetap menyekolahkan anak-anaknya juga terlihat.

“Kami bisa melihat semangat warga yang memilih untuk menyekolahkan anak-anaknya. Mereka tidak mengeluh, dan tetap bertahan untuk melanjutkan hidup,” ujar Rini, salah satu peserta dari Lutheran World Relief (LWR).

Konferensi ini ditutup dengan seminar untuk membahas keberlanjutan kerjasama di antara 64 organisasi pemerhati bencana tersebut. Dalam penutupnya, Kepler Silaban, yang menjadi salah satu moderator mengungkapkan rasa bangganya terhadap forum LEARN. “Semua organisasi pasti memiliki prioritas masing-masing, tidak mudah mengumpulkan 64 organisasi seperti ini. Oleh karena itu saya yakin bahwa kita semua mau hadir di sini karena komitmen dan semangat volunteerism,” ujar Direktur CDRM&CDS tersebut.

  • Latest Post
  • Written on Kamis, 23 November 2017 00:00 Read more...
  • The rebuilt water tank has recovered the villager's peaceful life Markus Sababalat (41), the sub-village head of erkat Lama since 2012, recalled the impact of 2010’s tsunami that destroyed infrastructure…
    Written on Selasa, 21 November 2017 00:00
  • I Have a Skill for Sewing Since 2013 till present, CDRM&CDS has continued empowering people with disability through various project activities; regular meeting, annual meeting, trainings…
    Written on Selasa, 21 November 2017 00:00
  • VACANCY The Center for Disaster Risk Management and Community Development Studies (CDRM&CDS) is a department of HKBP Nommensen University. CDRM&CDS is…
    Written on Rabu, 05 April 2017 00:00 Read more...

 

CDRM & CDS | Medan

Jl. Bunga Rampai V
Porlak Nommensen
Simalingkar B, Medan,
Sumatera Utara, Indonesia
Phone / Fax (62) 8227-7041-999

 

CDRM & CDS | Pakpak

Komplek Centrum GKPPD 
Jl. Air Bersih, Sidikalang
Sumatera Utara 22272
Indonesia

 

CDRM & CDS | Nias

Jl. Tirta No. 49 KBN
Gunung Sitoli, Nias
Sumatera Utara 22815
Indonesia

 

CDRM & CDS | Mentawai

Kantor Pusat GKPM Nemnemleleu
Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap
Kabupaten Kepulauan Mentawai
Sumatera Barat 25391
Indonesia