
Fokus kepada hak untuk berkumpul dan hak untuk mendapatkan pendidikan.
CDRM&CDS akan menyediakan pelatihan pembangunan kapasitas (untuk mengambangkan kantor-kantor wilayah yang bekerja di 29 daerah) di kantor pusat CDRM&CDS di Simalingkar, pada bidang manajemen resiko bencana dan pembangunan masyarakat, dan penguatan masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang diidentifikasi melalui Training Need Assesment (TNAs). Setelah membangun kapasitas organisasi, CDRM&CDS berharap untuk memperluas pelaihan ini kepada organisasi nasional dan internasional lainnya di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara (sebagai contoh pelatihan bagi anggota AZEECON) dan menjadi pusat pelatihan internasional.

Fokus kepada hak untuk berkumpul dan hak untuk mendapatkan pendidikan.
CDRM&CDS menyadari bahwa Pekerja Diakonia memiliki kemampuan dan dapat dimanfaatkan untuk kebaikan bersama melalui pusat. Staff gereja yang dilatih di pusat akan memiliki persiapan yang lebih baik untuk menyediakan layanan pembangunan sosial, penguatan, dan fasilitasi yang dibutuhkan oleh masyararakat dan kongregasi masing-masing. Pusat akan menyediakan dukungan teknis untuk proyek-proyek gereja seperti manajemen fasilitas gudang darurat, atau pengorganisasian komite penanggulangan bencana. CDRM&CDS juga akan menyediakan informasi yang relevan bagi departemen diakonia dan kesempatan berjejaring dan beradvokasi.

Penghidupan yang Berkelanjutan
Fokus utama program ini adalah memperkuat kapasitas dan agensi kelompok rentan dalam mengelola mata pencaharian, ketahanan pangan, gizi, serta sumber daya alam secara berkelanjutan. Penguatan kelompok dan jejaring dilakukan untuk meningkatkan akses terhadap modal, sumber daya, dan pasar guna mendorong peningkatan pendapatan. Selain itu, program ini mendorong praktik pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim serta memastikan inklusi perempuan, pemuda, lanjut usia dan penyandang disabilitas, dengan melibatkan pemerintah daerah dalam memperkuat dukungan terhadap inisiatif masyarakat.

Pemberdayaan Penyandang Disabilitas dan Inklusi Disabilitas
Fokus pada penguatan inklusi disabilitas melalui peningkatan kesadaran, akses, partisipasi, dan perlindungan hak penyandang disabilitas. Program ini mendorong akses terhadap layanan yang inklusif dan bebas diskriminasi, serta membuka peluang ketenagakerjaan dan kewirausahaan yang setara.
Selain itu, program ini memperkuat partisipasi politik yang inklusif bagi penyandang disabilitas dan mendorong kolaborasi antara organisasi penyandang disabilitas, masyarakat sipil, dan media dalam mengadvokasi kebijakan yang mendukung pemenuhan hak, perlindungan sosial, dan pembangunan yang inklusif.

Kesiapsiagaan Bencana, Pengurangan Resiko Bencana, dan Adaptasi Perubahan Iklim
Pogram Kesiapsiagaan Bencana, PRB, dan Adaptasi Perubahan Iklim (CCA) CDRM & CDS UHN berfokus pada penguatan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana dan lingkungan secara berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini mendorong peran aktif kelompok masyarakat, termasuk Satlinmas, serta memperkuat kesiapsiagaan sekolah yang inklusif dan ramah disabilitas.
Di tingkat desa, program ini juga mendorong integrasi PRB dan CCA ke dalam perencanaan dan penganggaran, sehingga lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan dan mendukung terwujudnya komunitas yang tangguh. CDRM&CDS juga telah menjadi anggota dari ACT (Action by Church Together) Alliance (www.actalliance.prg) untuk mendapat akses guna mendukung bantuan saat terjadi bencana, kesiapsiagaan, dan mitigasi.
- Latest Post
- Written on Jumat, 01 Juli 2022 00:00 Read more...
-
LOWONGAN PEKERJAAN Program dari Center for Disaster Risk Management and Community Development Studies (CDRM & CDS) Universitas HKBP Nommensen, berfokus pada pengelolaan…Written on Selasa, 22 Maret 2022 00:00 Read more...
-
Our life is safer with this BPJS (health insurance) Card Obestaf Sakerebau (68) and Sumi Astuti Siritoitet (56), elderly husband and wife living themselves in Barat hamlet of Silabu Village…Written on Minggu, 20 Maret 2022 00:00
-
Do Not Panic - Beware, and Let's Do Prevention Mrs Jernita Sababalat (38 years old) from the Makukuet Hamlet, Matobe Village, Mentawai is a woman with a disability. She…Written on Rabu, 28 Juli 2021 00:00